Saturday, 6 June 2015

(tak ada lagi) Hujan Bulan Juni

Nampaknya musim tak lagi sama dengan tahun-tahun yang sudah berlalu, juni ini tak lagi basah, tak ada lagi hujan yang menari-nari indah terjun bebas ke bumi. Rindukah aku dengan tetes hujan yang selalu saja mampu membuatku tersenyum melihatnya, sudah lama tak merasakan lagi basah kecupan hujan di pipi. Mungkinkah tak ada lagi hujan di bulan juni..

Adaptasi dari buku serpilihan sajak #HujanBulanJuni
karya Sapardi Djoko Damono


Saturday, 7 February 2015

Setelah hujan reda #potretsore

Suasana setelah hujan reda
#PotretSore







Taken by : iPhone 5
Time : 05.00 pm - February 7th' 2015
Location : Karangantu
#RhetamiPhoto

Saturday, 10 January 2015

Indah dan tak indah

Aku tak pernah mengerti apa itu indah dan tak indah, sejak saat kejadian itu, aku menganggap segala yang ada tak lagi indah adanya, tapi kini kutemukan lagi indah itu, ia tak pernah pergi, ia ada tapi tak pernah mampu kurasa, kini segalanya kembali seperti sedia kala, aku yang kini sedang menapaki perjalanan seorang diri, menemukan kembali segala hal yg indah dan tak indah. Entahlah.. Aku hanya tau yang kurasa, tak ada lagi yang harus kuterka bukan ? Yaa cukup sudah untuk semuanya, malam ini aku merasakan kenyataan indah yang lagi ada 😊

Friday, 2 January 2015

Dear Allah

Bismillah

Dibawah rintik rinai hujan yang tak juga reda, aku membisu dalam diamku dalam hatiku. Dear Allah sungguh aku yakin akan kebesaran-Mu. Engkau yang maha mengetahui juga yang maha adil. Kepada-Mu kupasrahkan seluruh hal yang membelit perjalanan hidupku, Engkau maha tau yang akan terjadi nanti, dan janganlah Engkau memberikan kesulitan yang tak mampu aku hadapi. Sucikanlah, bersihkanlah diri ini dari segala yang menjauhiku dari-Mu ya Rabb. Allah aku berserah kepada-Mu 😢 :')

Sunday, 28 December 2014

Perjalanan pulang

Sedang berada di dalam bus kota yang penuh sesak, suara riuh obrolan hampir seluruh penumpang memenuhi ruang dalam bis yang rasanya semakin sulit untuk bernafas. Tapi suara-suara di kepalaku terdengar lebih bising di dalam pendengaranku sendiri, tentang kejadian hari ini, entahlah benarkah ini nyata ? Memikirkan apa yang terjadi membuat kepalaku semakin sakit yang memang sudah sakit karena maag ku lagi-lagi kambuh disaat yang tidak tepat. Disini ramai tetapi aku merasa sendiri dengan pikiranku sendiri. Masih sulit mengungkapkan apa yang sebenarnya dirasa hati saat ini. Ingin rasanya memejamkan mata saja seperti salah seorang penumpang yang duduk disebelah kananku, ia nampak damai lelap dalam tidurnya, tapi aku tak bisa, semakin aku ingin berhenti berpikir semakin otakku berusaha untuk memikirkan semuanya. Aku ingin bercerita pada siapa saja yang entah akan mengerti atau tidak nantinya. Dalam  perjalanan pulang kali ini aku berharap semoga hati akan selalu baik-baik saja.

Saturday, 27 December 2014

Ujung jalanku

Aku tak pernah tau kemana kaki ini kan melangkah, aku tak pernah tau kemana arah dan tujuannya, aku tak pernah tau akan berujung dimana, aku hanya tau aku melanjutkan langkahku sendiri tanpa kutau dimana ujung jalanku.




Sore ini, 27 Desember 2014
Taken by : iPhone 5 





Saturday, 13 December 2014

Sunday, 7 December 2014

Potret Sore












Taken by : Samsung G-Fame
December 6th' 2014 17.30 BBWI

Potret sore pada kehidupan nyata, dimana tempat yang berada jauh dari hiruk pikuk kota

Saturday, 6 December 2014

Ingin hilang ingatan

Hanya satu hal yang ingin terjadi saat ini juga, hilang ingatan, aku berharap aku hilang ingatan, aku berharap saat ini juga aku tak tau siapa diriku dan aku lupa denganmu, aku lupa dengan semua tentang kita, aku lupa semua yang telah terjadi, aku lupa semua kenangan yang ada dan yang paling utama aku bisa lupa dengan rasa ini. Melupakanmu satu hal yang tak pernah terbayangkan olehku sebelumnya, tapi mengapa kini aku ingin melakukannya. Aku lelah dengan semua rasa sakit yang ada, andai saja waktu mampu kuputar ulang kembali, aku ingin tidak mengenalmu saja. Aku akan merubah semua yang terjadi dari apa yang telah terjadi. Karena saat ini aku hanya merasakan sakitnya sendiri.

resiko baca cerita

selesai..
akhirnya bertemu sebuah titik akhir pada cerita, saat itu juga aku kembali tersadar untuk menghirup napas. tadinya modem udah dilepas, sekarang aku colokin lagi ke laptop, halah bahasanya kok colokin sih, nulis di blog kayak lagi ngobrol sama temen, ah nevermind.. jam segini otak belum bisa connect buat ngerangkai kata-kata. yaaa gilaaa ajee looo tau gak jam berapa sekarang, 04.23 WIB (asli beneran barusan liat hp). beneran jadi gak bisa tidur, yah apa boleh buat, udah terlanjur larut sama apa yang baru aja di baca. bingung,,, lah kok bingung, iya bingung, gak tau ini rasanya apa, yang jelas jantung masih berdegub kenceng banget, narik napas juga susah, ada yang mengganjal di dalam sini, berasa mau nangis tapi mikir lagi, apa yang harus ditangisin ?? yaa bingung sendiri kan jadinya. hahahah duh sedih kok ketawa, aahh apasih yang gak bisa direkayasa, bahkan sebuah tawa, ya kan ?
ini nulis di blog apa curhat sih, ah gatau.. pokoknya mau nulis aja titik. okeh udah dikasih (.)
ada satu yang mungkin entahlah bingung mau bilang apa namanya..
aku tau tidak pernah ada yang hilang dari sana *tunjukhatimu* (aku nulis blog udah kayak ngetweet di twitter) #nevermind yaa meskipun waktu itu kamu bilang dia udah masa lalu, udah gada lagi rasa buat dia, entah kenapa dengernya sulit buat percaya, nggak pernah ada yang hilang kan dari sana, bener kan ? kamu cuma mengingkarinya aja, atau cuma untuk coba membuatku tenang saat itu. entahlah aku bukan lagi mau menyalahkan atau apa, aku tau apa yang pernah ada gak akan pernah bisa tiada, begitu juga dengan masa lalu. fiuh keramat banget sih tuh kata "masa lalu" nih otak sama hati lagi kerjasama menyamakan sebuah rasa. bukan, bukan, lagi hmmm apa ya namanya, menyamakan sebuah pernyataan, ah tau ah apa namanya, ya intinya gini, mau si hati nggak mau nerima, si otak harus bisa ngeyakinin hati kalo hal itu tuh udah pasti jadi gausah mendadak hellow mellow kayak lagunya blink deh, heelloooo ini kenyataan lho *plak* abis ngeplak laptop, ogah ngeplak pipi sendiri, tau pasti rasanya sakit -,- dan hati lagi ngeyakinin otak kalo rasa tetep rasa, meskipun harus menerima kenyataan, tetep aja ada sisi dimana rasanya nggak enak buat dirasa, apalagi tau semua itu dan aku ini orang yang pernah.. ah udahlah, kayaknya jari juga nggak sanggup menuangkan semua yang dirasa. imajinasi otak main lancar banget ini, bayangin setiap adegan di cerita dan kisah masa lalu itu duh butuh tabung oksigen, ah mulai deh drama :| tapi beneran.. namanya juga hati untuk merasa, wajar kan kalo aku merasa jadi entah banget rasanya begini, sedangkan logika di otak bersusah payah banget buat nyadarin hal-hal yang ada di sisi lain. ayolah itu cuma cerita, tapi itu kisah nyata. duh kejebak sendiri deh nih jadinya, gimana, gimana, gimana, gak tau deh, yah tolongin dong lagi kejeblos dalem sumur nih fiuh resiko baca cerita -,-

Wednesday, 26 November 2014

Rindu yang semakin menerkam

Sang surya telah tenggelam, malam pun datang mencekam, membuat aku semakin takut pada hari esok yang kelam, terasa sesak disini, digerayangi rasa rindu yang semakin menerkam, dibayangi kenangan yang telah terjadi di masa silam, apa kamu merasakan yang sama..
Apa yang bisa kulakukan, hanya mampu meluapkan melalui butiran-butiran air yang tak mampu lagi kutahan..
Sesak disini, sangat sesak :'(

Sunday, 23 November 2014

Ich Vermisse Dich, Liebe..

Aku rindu kamu, sangat merindukanmu, rindu ini begitu tak tahu diri, tapi aku bisa apa, aku tidak bisa memunafikan diri dan berkata aku tidak merindukanmu, nyatanya dada ini terasa begitu sesak, diri ini begitu ingin berada dalam pelukanmu, ah sudahlah.. aku tahu itu takan pernah mungkin tuk terjadi lagi. Selamat malam ya, semoga aku bisa hadir dalam mimpimu dan mengatakan betapa aku sangat merindukanmu..
Ich vermisse dich, Liebe..

Thursday, 13 November 2014

Dibawah Hujan

Hujan.. kau datang, seketika hatiku merasa senang melihat kehadiranmu, kini aku berdiri berada dibawahmu, merasakan setiap tetesmu yang jatuh ke tubuhku, ada rasa damai ketika tetesmu menciumi parasku, aku basah olehmu, dipeluk tetesan rindu yang kau titip pada hujanmu.

Monday, 10 November 2014

Aku.. entahlah..

Aku merasa lelah,, lelah yang teramat sangat, entah apa yang aku inginkan sekarang, karena nyatanya bahagia tak kunjung datang. Mengapa semua terjadi dan harus seperti ini, pertanyaan bodoh ya.. entahlah aku.. aku bingung.. aahh aku benci harus mengakui ini.. aku rindu.. aku merindunya.. ingin melihat wajahnya.. senyumnya.. tak sadarkah sudah tak ada aku lagi dalam hatinya.. entahlah.. aku hanya tak tau lagi harus melakukan apa.

Sunday, 9 November 2014

Puisi Rangga #AADC

Perempuan datang atas nama cinta
Bunda pergi karena cinta
Digenangi air racun jingga adalah wajahmu
Seperti bulan lelap tidur dihatimu
Yang berdinding kelam dan kedinginan
Ada apa dengannya
Meninggalkan hati untuk dicaci
Baru sekali ini aku melihat karya surga dalam mata seorang hawa
Ada apa dengan cinta
Tapi aku pasti akan kembali
Dalam satu purnama
Untuk mempertanyakan kembali cintanya
Bukan untuknya
Bukan untuk siapa
Tapi untukku
Karena aku ingin kamu
Itu saja

Rangga

Oleh : Rako Prijanto #AADC

Tuesday, 28 October 2014

Kenangan itu abadi..

Dear langit malam.. entah aku harus bercerita apa padamu, banyak yang ingin kukatakan tapi tak mampu terucapkan, tertahan..
Hmmmhhhh sulit rasanya untuk bernapas lega, bagaimana denganmu ?
Selalu saja berembun dan membasah,, apa harus selalu ada yang mengalir dari dua jendela kaca..
Bolehkah jika aku berkata kalau aku lelah, lelah dengan semua yang terjadi, bolehkah aku menyerah, menyerah dari semua yang ada..
"Thing that we don't want to happen but we have to accept" aku teringat akan kalimat itu, kalimat yang selalu kuucapkan pada diriku sendiri ketika aku berada dalam situasi sulit, tapi saat-saat itu aku tidak sendiri, ada kamu yang selalu menemaniku, dan kini aku sendiri.. mampukah aku memaknai kalimatku sendiri..
Logikaku setiap hari mengingatkanku akan sebuah kebenaran dan kesalahan yang telah kuperbuat, mengingatkan untuk sebuah kebohongan yang selalu ditutupi oleh kebohongan dan kebohongan..
Tapi hatiku selalu saja mencoba untuk menerobos dinding pembatas yang aku mulai untuk membangunnya lagi..
"jika saja di dunia ini hanya ada hitam dan putih maka aku akan memilih menjadi abu-abu saja" seperti katamu, akupun hanya akan memilih abu-abu karena seringnya aku berada dalam sebuah "abu-abu" bahkan saat ini aku berada di dalamnya, dan kamu adalah salah satu "abu-abu" yang pernah ada dalam semu nyata..
Seandai saja hujan turun lagi malam ini,, aku ingin menyampaikan setiap rindu di tiap tetesnya, rindu yang tak ingin lagi aku genggam, aku ingin melepaskannya dalam tetes yang jatuh dan menggenang kemudian hilang..
Tak perlu melupa karena takan pernah bisa, namun biarlah kulepas semua.. karena tak seharusnya, aku tak seharusnya menggenggam sesuatu yang bukan milikku dan takan pernah bisa menjadi milikku..
"kata orang rindu itu indah namun bagiku ini menyiksa, sejenak kuberpikir untuk kubenci saja dirimu, namun sulit ku membenci" alunan lagu "bimbang" Melly Goeslaw mengiringi aku menulis ini,, ya memang begitu sulit tuk membenci dan aku tak pernah bisa meski aku tlah disakiti..
Hatiku berbisik "pulanglah ke tempat seharusnya kamu berada, bukan dalam bahagia pada cinta yang hanya ada dalam semu nyata" bisakah semua suara yang berada di kepalaku untuk diam dan biarkan aku merasa, tapi suara-suara ini benar adanya..
Jika tak ada lagi senja milik kita, aku akan tetap setia menjadi awan yang berkelana menatapmu jauh dibalik cahaya jingga.. aku akan tetap menatap langit yang sama seperti saat aku menatap langit hujan bulan Juli kala senja itu tiba, karena separuh dari hatiku tertinggal padanya..
Biarkan segala kejadian yang ada meninggalkan kenangan yang teruntai menjadi cerita, dan kau tau.. kenangan itu abadi.. meski kita tak ada lagi..

Friday, 24 October 2014

Telah Habis Cerita

Tak pernah terpikirkan sebelumnya, aku berada dalam kisah seperti ini. Jika saja aku tau bahwa akhirnya akan sangat menyakitkan seperti ini tentu aku tidak akan pernah memulai. Tapi aku tak pernah menyesal, ada cinta sebelum ada luka, ada rasa lebih dari sekedar suka sebelum segala rasa sakit ada, menyayanginya bukan sebuah pilihan, apa yang terjadi tanpa pernah ada dalam rencana perjalananku, tapi mungkin aku salah melangkah, cintaku tak pernah salah, begitu juga dengan cintanya, pertemuan itu bukanlah kebetulan semata, itulah takdir kita. Bertemu untuk berpisah, meski kini tak ada lagi akan sebuah cerita antara aku dan dia, meski kini dia telah bahagia bersamanya, ada jejak perjalanan hati yang tak akan pernah hilang meski dimakan waktu dan usia. Kini tak ada lagi yang bersisa, semuanya tersimpan dalam memori cinta tanpa nama, aku dan dia telah habis cerita.

Thursday, 23 October 2014

"Untuk Dikenang"




"barisan puisi ini adalah yang aku punya
mungkin akan kau lupakan atau untuk dikenang
tulisan dariku ini mencoba mengabadikan
yang mungkin kan kau lupakan atau untuk dikenang, untuk dikenang"

Saturday, 18 October 2014

Kecewa (kah) aku

Ada rasa sesal ketika aku memasuki halaman usang itu, seharusnya tidak, tapi entah mengapa rasanya aku ingin memasukinya. Kecewa.. inikah yang kurasakan ketika aku tahu bahwa halaman yang kamu tutup kini kamu membukanya lagi. Meski kini aku tau tak ada sedikitpun hak ku atas semua itu, tapi aku merasa ah entahlah sulit untuk dijelaskan rasanya, ternyata kamu membukanya lagi, entah dengan maksud ataupun dengan tujuan yang seperti apa, yang jelas yaa aku kecewa, pantaskah diri ini merasakan itu, akupun tak tahu, yang kutahu hanyalah janjimu kala itu. Aku tau kini aku tak lagi denganmu, hanya saja.. janji itu, janjimu untuk mengubur kisah masa lalu itu, mengapa kini kamu membukanya lagi, salahkan jika aku bertanya untuk itu. Hmmmmhhh sepertinya aku harus menarik napas lebih dalam untuk bisa merelakannya lagi, tapi aku tau dimana aku berada kini dan mungkin kecewaku tak lagi membuatmu mengerti.

Perjalanan Hati (mu)



Hai apa kabar, sudah lama sekali aku tak berjumpa denganmu, jangankan dalam dunia nyata, bahkan dalam mimpiku saja kau enggan datang walau hanya tuk menyapa. Benci, itukah yang kau punya untukku sekarang, entah masih sulit menerka siapa yang lebih cepat melupa dari mencinta, karena apapun yang kuucapkan kamu tidak lagi percaya. Dalam ruang cahaya ada harap dimana aku dapat menemukanmu walau hanya pada sebuah bayang, hingga kini aku belum menemukannya, berlari sejauh itukah kamu menjauh dari tempat yang pernah kita bangun bersama,, yaa aku tau aku pergi, aku pergi meninggalkanmu, tidakkah kamu sekarang menyadari kepergianku adalah sebuah keputusan tepat, meski kutau kamu tidak pernah bisa merasa tepat untukmu, tapi aku merasa terlepas dari rasa bersalah yang terus-menerus menghantuiku, dan itu membuatku merasa lebih baik, meski aku tau ada yang lain lagi disana. Sampai kapan kamu akan membuat luka (lagi dan lagi) belum lelahkah kamu menapakki perjalanan hatimu ? ada dia disana sebagai tempatmu pulang, tidakkah kamu tau dia juga terluka karenamu, hatimu begitu rapuh dan tak lagi utuh, haruskah kamu menyakiti dirimu lagi dengan yang datang kemudian pergi, mengobati luka yang sebenarnya tak pernah sembuh dan bahkan menorehkan luka lagi disana. Mungkin bukan santunku bertutur semua ini padamu, hanya saja.. entah aku tak tau apa yang kurasa benar adanya atau hanya sebuah terka, aku tau hatimu merasa tak punya tempat untuk berteduh, saat lelahmu datang, saat semua rasa yang membuatmu sakit, sedih bahkan bahagia kamu tak tau harus kemana kamu membaginya. Kamu masih mencarinya, tanpa kamu sadari perjalanan hatimu menyakitimu. Tidak cukupkah kamu menciptakan langit jingga yang kini meredup karena mendung selalu datang dan tak lagi mampu memancarkan cahaya senja, rasi bintang aquarian yang kamu ciptakan kini hilang ditelan pekatnya malam dan awan di langit yang kamu ciptakan kini terbang terbawa angin, melepaskan dari eratnya genggamanmu. Semoga saja kamu cepat menemukan jalan tuk kembali pulang, masih ada mentari pagi dan bulan saat petang datang yang kan menerangi jalanmu..